• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Baru Diresmikan, Jembatan Matan Senilai Rp 16 M di Seluma Patah, Warga Khawatir Ambruk Total

    Sabtu, 11 April 2026, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T02:37:03Z
    masukkan script iklan disini



    Seluma,OpsJurnal.Asia -


    Jembatan Matan yang menjadi penghubung utama antara Desa Pasar Seluma dan Desa Rawah Indah, Kabupaten Seluma. Dilaporkan mengalami kerusakan serius meski baru beberapa bulan diresmikan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat karena jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil perekonomian. 


    Jembatan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 16 miliar itu baru diresmikan pada tanggal 6 Februari 2026 yang lalu, oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Namun, memasuki awal April 2026, struktur jembatan dilaporkan mulai mengalami ambrol. Terutama pada bagian bawah yang tergerus aliran air sungai.


    Warga setempat menduga kerusakan terjadi akibat lemahnya konstruksi fondasi yang dinilai tidak mampu menahan derasnya arus air. Material penopang di bagian bawah jembatan disebut tidak cukup kuat sehingga mudah terkikis, mengakibatkan penurunan struktur secara signifikan.


    Salah satu warga Desa Rawah Indah, Andi Wijaya mengatakan, kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.


     "Baru diresmikan Februari, sekarang sudah ambrol. Kalau tidak segera diperbaiki. Jembatan ini bisa tidak bisa digunakan lagi, Dirinya juga menyoroti dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar pada bagian fondasi. Menurutnya, terdapat bagian yang hanya menggunakan timbunan pasir, bukan material keras seperti koral atau tanah padat yang semestinya digunakan untuk menopang struktur jembatan.


    "Di bawah itu seperti tidak menggunakan material yang kuat. Ada bagian yang hanya ditimbun pasir. Jadi mudah tergerus air," jelasnya. 


    "Di bawah itu seperti tidak menggunakan material yang kuat. Ada bagian yang hanya ditimbun pasir. Jadi mudah tergerus air," jelasnya. 


    Kerusakan terlihat semakin parah di salah satu sisi jembatan yang kini sudah tidak dapat difungsikan. Bagian tersebut dilaporkan mengalami ambles hingga sekitar satu meter, sehingga sangat berisiko jika tetap dilalui. Khususnya oleh kendaraan bertonase berat. Kondisi ini membuat warga semakin waspada. Jembatan Matan selama ini menjadi jalur utama penghubung antar desa, sehingga kerusakan yang terjadi berpotensi menghambat aktivitas masyarakat. Termasuk akses pendidikan, kesehatan dan distribusi hasil pertanian.


    Sebagai langkah darurat, warga secara swadaya memasang rambu-rambu sederhana di sekitar lokasi kerusakan. Penanda tersebut dibuat dari karung dan bahan seadanya guna memperingatkan pengendara agar berhati-hati saat melintas.


    "Kami sudah kasih tanda seadanya. Takutnya nanti truk lewat dan bisa membahayakan," terangnya.


     Meski demikian, warga menilai upaya tersebut hanya bersifat sementara dan tidak cukup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Mereka berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah sebelum kerusakan semakin meluas. Warga juga mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jembatan, sekaligus mengevaluasi proses pembangunan yang dinilai belum maksimal.


    Instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat serta perbaikan permanen.


    "Kami mohon Pak Gubernur untuk meninjau ulang pembangunan jembatan ini. Kami masyarakat yang dirugikan dan butuh solusi cepat," pungkasnya

    (yd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini