• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Puluhan Dapur MBG di Bengkulu Disegel Pekerja, Tuntut Pembayaran Upah Jelang Lebaran

    Selasa, 17 Maret 2026, Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T02:29:11Z
    masukkan script iklan disini



    Bengkulu,OpsJurnal.Asia -


    Suasana kurang kondusif terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu. Kondisi ini dipicu aksi penyegelan yang dilakukan para pekerja bangunan karena upah mereka belum dibayarkan. Dapur & Ruang Makan


    Sebanyak 25 unit dapur MBG yang pembangunannya telah mencapai sekitar 80 persen disegel oleh para tukang. Aksi ini merupakan bentuk protes para pekerja terhadap pihak pelaksana proyek karena hingga kini mereka belum menerima upah yang menjadi haknya.


    Koordinator mandor para pekerja, Ahmad Yani (52) mengatakan, aksi penyegelan dilakukan oleh sekitar 200 pekerja bangunan yang sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa. Menurutnya, para pekerja terpaksa mengambil langkah tersebut karena pembayaran upah yang dijanjikan belum juga direalisasikan, sementara Lebaran Idul Fitri semakin dekat.


    Total pekerja ini ada sekitar 200 orang. Bangunan yang sudah kami segel ada 25 unit se-Provinsi Bengkulu. Kalau di Seluma ada dua unit, di Bengkulu Selatan dua unit, dan di Kaur tiga unit," kata Ahmad Yani.


     Dirinya juga menjelaskan, para pekerja telah bekerja selama kurang lebih empat minggu dalam pembangunan dapur MBG tersebut. Namun hingga kini, upah yang seharusnya diterima belum juga dibayarkan. Kondisi ini membuat para pekerja merasa khawatir, terutama bagi mereka yang berencana pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.


    Ahmad Yani menyebutkan, total tagihan upah pekerja secara keseluruhan mencapai sekitar Rp 3 miliar. Meski demikian, para pekerja hanya mengajukan pembayaran sebesar Rp 1,7 miliar kepada pihak perusahaan sebagai kebutuhan mendesak, agar para pekerja memiliki biaya untuk mudik ke kampung halaman.


    Kami ini sudah empat minggu bekerja. Sebentar lagi mau mudik Lebaran, tapi upah belum diterima. Apa yang mau kami bawa pulang untuk keluarga nanti. Dari total tagihan Rp 3 miliar, kami hanya mengusulkan Rp 1,7 miliar terlebih dahulu untuk kebutuhan gaji 200 pekerja agar bisa pulang kampung," jelasnya.


    Dirinya juga menambahkan, aksi penyegelan ini merupakan bentuk kekecewaan para pekerja sekaligus upaya untuk mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan terkait pembayaran upah yang tertunda. Para pekerja berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut.


     Menurutnya, jika pembayaran upah segera direalisasikan, para pekerja siap membuka kembali segel bangunan dan melanjutkan pekerjaan hingga proyek dapur MBG tersebut selesai


    Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana proyek PT Adi Karya, diketahui telah menyiapkan fasilitas transportasi bagi para pekerja yang hendak pulang ke Pulau Jawa. Perusahaan menyediakan bus Putra Rafflesia untuk memfasilitasi kepulangan para pekerja menjelang Lebaran.



    Namun demikian, para pekerja memilih untuk tetap bertahan di Bengkulu dan menolak pulang sebelum hak mereka dibayarkan. Bagi para pekerja, pembayaran upah menjadi hal yang paling penting sebelum mereka meninggalkan lokasi pekerjaan.


    Hingga saat ini, para pekerja masih menunggu kejelasan dari pihak perusahaan terkait pembayaran upah tersebut. Mereka berharap persoalan ini dapat segera menemukan solusi, mengingat Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat serta kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi


    Bahkan mirisnya lagi, salah satu pekerja tak bisa pulang ke rumah saat sang istri meninggal dunia dikarenakan sakit. Lantaran tak memiliki ongkos untuk pulang, karena upah kerja yang belum diterimanya.


    "Bapak itu kasihan liat nya mas, istrinya meninggal tak bisa pulang mas karena gaji belum dibayar mas. Sedih lihat nya mas," pungkas salah satu pekerja.

    (Yd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini