Bojonegoro, OpsJurnal.Asia-
Euforia silaturahmi Lebaran sering menghadirkan momen bertemu bayi dalam keluarga besar.
Namun di balik tradisi itu, tenaga kesehatan mengingatkan adanya risiko penularan penyakit yang kerap diabaikan.
Dinas Kesehatan Bojonegoro mengimbau masyarakat menahan kebiasaan mencium atau mencubit bayi saat berkunjung.
Kontak fisik yang terlihat sepele dapat menjadi jalur penularan virus dan bakteri kepada bayi.
Kepala Bidang P2P Dinkes Bojonegoro, dr. Rury Dewi, menilai imunitas bayi belum terbentuk sempurna.
“Bayi lebih rentan tertular karena daya tahan tubuhnya masih berkembang,” kata Rury, Selasa 17 Maret 2026.
Sejumlah penyakit yang berpotensi menular antara lain campak, batuk rejan, herpes, difteri, dan cacar air.
Tidak hanya infeksi, sentuhan berlebihan juga dapat memicu iritasi kulit dan ketidaknyamanan pada bayi.
Tenaga kesehatan menyarankan masyarakat cukup menyapa tanpa kontak langsung sebagai bentuk kepedulian.
Jika bayi menunjukkan gejala sakit selama Lebaran, orang tua diminta segera berkonsultasi ke dokter anak.
Pembatasan kunjungan ke tempat ramai serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah pencegahan utama. [Ags].

