Kelangkaan LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir memicu kenaikan harga di sejumlah wilayah.
Situasi tersebut menimbulkan keresahan warga, terutama menjelang Idul Fitri saat kebutuhan rumah tangga meningkat.
Merespons kondisi itu, kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan pengecekan langsung.
Tim gabungan mendatangi fasilitas distribusi hingga pangkalan LPG guna memastikan pasokan berjalan normal.
Pengecekan dilakukan di SPBE Swarna Bina, Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, serta sejumlah pangkalan LPG.
Kegiatan turut melibatkan Wakil Bupati Nurul Azizah bersama jajaran Polres dan organisasi perangkat daerah.
Pemkab menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi sesuai aturan dan bebas penyimpangan.
Kata Nurul Azizah, pada Rabu 18 Maret 2026, menyebut koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar pasokan LPG tetap tersedia bagi warga.
Petugas menemukan salah satu pangkalan menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan.
Harga penjualan diketahui mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung, melebihi HET Jawa Timur Rp18 ribu.
Temuan tersebut akan ditindaklanjuti Pertamina melalui agen dengan sanksi pemutusan hubungan usaha.
Kepolisian juga melakukan pendalaman guna memastikan tidak ada pelanggaran distribusi di tingkat pangkalan.
Hasil pemantauan di SPBE Padangan menunjukkan distribusi sempat terlambat akibat cuaca dan jarak kirim.
Sebagai solusi, distribusi ditambah armada serta jam operasional diperpanjang, termasuk saat hari raya.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan dan menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukan.
Polisi juga meminta warga melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau praktik distribusi menyimpang. [Ags].

