• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Peningkatan Tupoksi Pembina SMAN 3 Garut: Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si. Tegaskan, Konsep Strategis Pembinaan Karakter Dan Prestasi

    Rabu, 22 Juli 2026, Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T09:11:51Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia - 


    Kepala Sekolah SMAN 3 Garut, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si., menerima kunjungan awak media dan selaku orang tua murid di lingkungan sekolah hari ini. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan mendalam, pemimpin lembaga pendidikan ini memaparkan arah kebijakan serta konsep penguatan sistem pembinaan yang berfokus pada peningkatan pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seluruh unsur pembina di lingkungan satuan pendidikan.


    Menurut Kepala Sekolah, pembinaan peserta didik tidak dapat berjalan optimal jika tidak didukung oleh kejelasan peran, keteguhan tanggung jawab, serta keselarasan gerak dari setiap pihak yang diberi amanah sebagai pembina.



    “Peningkatan Tupoksi pembina bukan sekadar pembagian tugas administratif, melainkan penyempurnaan peran strategis agar setiap pembina benar-benar hadir sebagai pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus penggerak potensi peserta didik,” ujar Asep Ansor Mujahidin. Rabu, (22/7/26)

     

    Secara akademis, penguatan Tupoksi ini didasari pada prinsip manajemen pendidikan yang menyeluruh:

     

    1. Fungsi Pembimbingan: Memastikan setiap peserta didik mendapatkan arahan yang tepat dalam pengembangan potensi akademik maupun non-akademik;

    2. Fungsi Pengawasan dan Pengendalian: Menjaga agar proses pembinaan berjalan sesuai norma, aturan, dan nilai-nilai luhur yang dijunjung sekolah;

    3. Fungsi Pengembangan: Mendorong inovasi, kreativitas, serta peningkatan kualitas diri baik bagi peserta didik maupun tenaga pembina itu sendiri;

    4. Fungsi Keteladanan: Menempatkan setiap pembina sebagai cerminan sikap, disiplin, dan moralitas yang ingin dibangun pada peserta didik.


    Kepala Sekolah menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan menuntut kesadaran bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari angka kelulusan, melainkan dari lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter kuat, dan bermanfaat luas.


    “Kami menyusun ulang dan memperjelas batas serta muatan Tupoksi setiap pembina agar tidak terjadi tumpang tindih, namun tetap terjalin kerja sama yang erat. Setiap pembina harus paham: apa yang menjadi tanggung jawab utamanya, bagaimana cara melaksanakannya dengan benar, dan apa dampak yang diharapkan bagi kemajuan siswa,” jelasnya.

     

    Peningkatan kapasitas pembina akan dilakukan melalui pelatihan berkala, pemantapan wawasan keilmuan, serta pembiasaan sikap yang mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan integritas. Hal ini sejalan dengan visi SMAN 3 Garut untuk terus menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan insan unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.


    Ditegaskan pula bahwa perbaikan sistem pembinaan ini adalah wujud tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap langkah pendidikan di SMAN 3 Garut senantiasa terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan peserta didik.


    “Kepemimpinan sejati dalam pendidikan adalah mampu menggerakkan semua elemen menjadi satu kekuatan yang utuh. Ketika peran pembina berjalan maksimal, maka potensi peserta didik pun akan tumbuh secara optimal,” pungkas Kepala Sekolah.

    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini