GARUT - Opsjurnal.asia - Hari ini seharusnya dipenuhi tawa dan harapan bagi seluruh putra-putri bangsa. Namun di lorong-lorong Puskesmas Cibatu, hari ini justru menjadi bukti nyata pengorbanan seorang pemimpin pelayanan kesehatan yang tak mengenal lelah. Di tengah deretan pasien yang terus bertambah, di tengah cemasnya para orang tua, berdiri sosok yang menjadi tiang penyangga harapan kami: H. Ajat Sudrajat Haryadi, S.Kep., Ners, Kepala Puskesmas Cibatu.
Sejak kabar pertama datang kemarin sore, beliau tak beranjak. Tak ada jeda waktu istirahat yang panjang, tak ada keluh meski mata mulai memerah dan suara mulai serak. Di hari yang mengingatkan kita pada hak perlindungan anak, beliau membuktikan perlindungan itu dengan keringat dan ketelatenan sendiri.
Beliau yang mengatur alur pelayanan agar tak ada anak yang menunggu terlalu lama. Beliau yang memastikan setiap obat dan perawatan diberikan sesuai standar medis yang benar. Beliau pula yang sesekali berhenti sejenak, menepuk bahu orang tua yang gemetar, dan mengusap kepala anak yang masih menahan sakit dengan senyum yang tetap teduh.
Ketika pasien mulai meluap dan harus dirujuk ke Sukawening serta Wanaraja, beliau yang memastikan setiap pemindahan berjalan aman dan terkoordinasi dengan baik. Ketika tenaga tambahan tiba dari BPNB Garut, beliau yang menyambut dan mengarahkan dengan sigap agar bantuan itu tepat sasaran.
Bagi kami Debu Jalanan yang melihatnya dari dekat, keteguhan beliau hari ini adalah makna sejati Hari Anak Nasional: bukan sekadar ucapan selamat, melainkan tindakan nyata menjaga nyawa dan kesehatan mereka dengan segenap kemampuan.
Ilmu keperawatan yang beliau miliki digabungkan dengan hati yang tulus melayani. Kesabaran yang beliau tunjukkan menjadi penenang di tengah suasana yang mencekam. Tanpa banyak bicara, tanpa pencitraan, H. Ajat dan seluruh jajarannya bekerja dalam diam namun penuh makna: Kami ada untuk kalian, Nak. Kami tak akan membiarkan kalian berjuang sendirian.
Terima kasih H. Ajat Sudrajat Haryadi, S.Kep., Ners. Di hari yang berat ini, keteguhanmu menjadi bukti bahwa masih ada pelayan negara yang benar-benar hadir, merawat, dan menjaga amanah sepenuh hati. Semoga lelahmu menjadi lillah, dan kesembuhan segera menyapa seluruh anak-anak kita.
(M.A. Zakariyya S.E)
