• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Aris Munandar S.Pd Buka Kartu Terbuka! “Menguasai Beringin Bukan Menjadi Raja, Tapi Menjadi Penjaga Persatuan”

    Minggu, 19 Juli 2026, Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T03:23:01Z
    masukkan script iklan disini

    Garut - Opsjurnal.asia - Suasana persaingan memanas menjelang Musda Golkar Garut mendadak berubah total. Di tengah spekulasi siapa yang benar-benar memegang kendali partai berlambang pohon beringin, Aris Munandar, S.Pd. melontarkan pernyataan yang tak hanya menohok, tapi juga mengubah seluruh cara pandang tentang kekuasaan dan kepemimpinan.

     

    Bukan dengan janji manis atau ancaman, Aris justru membawa perspektif baru berbasis ilmu organisasi dan tata kelola negara yang memukau seluruh elemen kader maupun pengamat politik.





    “Dukungan 35 PK Bukan Kekutan Menindas Tapi Mandat Menyatukan”

     

    Menanggapi isu persaingan ketat dengan Abdusy Syakur Amin, Aris tidak menyembunyikan dukungan mayoritas yang telah diraihnya. Namun ia menegaskan maknanya sangat berbeda dari yang dibayangkan banyak orang:

     

    “Bagi saya, angka 35 Pengurus Kecamatan itu bukan senjata untuk mengalahkan lawan, melainkan bukti bahwa akar kader sudah menuntut satu arah yang jelas. ‘Menguasai’ organisasi bukan berarti mendominasi kursi, tapi berarti menguasai cara menyatukan hati. Beringin yang kokoh tidak menumbuhkan ranting yang saling mematikan, tapi menyatu dalam satu batang yang sama.”

     

    “Saya Tidak Akan Memakai Kekuatan Negara Untuk Partai, Atau Sebaliknya”

     

    Pertanyaan paling sensitif soal rangkap jabatan Ketua DPRD dan Calon Ketua DPD pun dijawab dengan berani dan transparan. Aris menyatakan telah menyiapkan sistem pengawalan ganda agar tidak terjadi pelanggaran etika maupun benturan kepentingan:

     

    “Saya sadar betul batas antara lembaga legislatif dan organisasi politik. Pengalaman saya di parlemen adalah modal untuk memahami kebutuhan rakyat, bukan alat untuk memaksa kebijakan partai. Saya punya skema pembagian tugas yang ketat: di DPRD saya bicara aturan negara, di partai saya bicara visi perjuangan. Keduanya saling menguatkan, tapi tidak boleh saling menumpangi.”

     

    Pernyataan ini langsung mematahkan tuduhan yang menyebutkan ia akan memanfaatkan jabatan publik untuk kepentingan kemenangan pribadi.

     

    “Hapus Mental Menunggu, Ganti Dengan Kerja Terukur”

     

    Aris juga menggebrak “Kami tidak akan bicara tanpa data, tidak akan berjanji tanpa langkah. Saya bawa pengalaman mengelola anggaran dan pengawasan di DPRD untuk diterapkan di tubuh Golkar. Aset harus tercatat jelas, kader harus ditempatkan sesuai kemampuan, dan suara dari desa harus sampai ke meja pimpinan dalam hitungan jam, bukan berbulan-bulan.”

     

    “Golkar Adalah Rumah Kita, Siapapun Yang Memimpin"

     

    Pernyataan yang paling mengejutkan datang di akhir sesi. Aris menegaskan bahwa persaingan ini hanya sebatas proses pemilihan, bukan permusuhan abadi:

     

    “Jika saya terpilih, pintu kepengurusan terbuka lebar untuk rekan-rekan yang berbeda pilihan. Jika belum terpilih, saya akan menjadi kader paling setia yang bekerja di garis depan. Kemenangan sejati bukan siapa yang duduk di kursi utama, tapi apakah setelah Musda nanti kita tetap berdiri tegak bersama melindungi Garut.”


    Pernyataan lugas, berkelas, dan berlandaskan prinsip ilmu ini seketika mengubah arah angin persaingan. Kini publik dan kader mulai bertanya: Apakah ini gaya baru pemimpin untuk Beringin yang tidak hanya kuat bicara, tapi juga matang berilmu dan besar hatinya?

    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini