Garut.Opsjurnal.asia - Berdasarkan data rekapitulasi pemetaan calon peserta didik baru yang diperbarui pada pukul 22.06 WIB, tanggal 10 Juni 2026, tergambar gambaran menyeluruh mengenai tingkat peminatan serta alokasi kuota penerimaan di SMAN 3 Garut melalui mekanisme Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Data tersebut mencakup seluruh jalur pendaftaran yang disediakan, mulai dari jalur domisili, afirmasi, mutasi, hingga jalur prestasi, dengan total keseluruhan pendaftar mencapai 3.000 orang, sedangkan kuota yang tersedia ditetapkan sebesar 504 orang, sehingga tersisa sisa kuota sebanyak 16 orang.
Secara rinci, jalur Domisili menjadi jalur dengan jumlah pendaftar tertinggi, tercatat sebanyak 992 orang dengan alokasi kuota sebesar 223 orang. Pada jalur Afirmasi, tercatat sebanyak 349 pendaftar dengan kuota tersedia 126 orang. Khusus jalur CIBI dan MBK, masing-masing menerima 2 pendaftar dengan kuota masing-masing 2 orang, sehingga kuota pada kedua jalur tersebut telah terpenuhi.
Untuk jalur Mutasi sudah terpenuhi semu
Pada jalur Prestasi, pendaftaran terbagi ke dalam empat sub-kategori. Jalur Akademik Kejuaraan tercatat diikuti 2 orang dengan kuota 15 orang, menyisakan 13 kuota kosong. Jalur Akademik Rapor menjadi jalur dengan peminat terbanyak pada kelompok ini, yaitu 677 orang dengan kuota sebesar 77 orang. Selanjutnya, jalur Non Akademik – Kejuaraan menerima 67 pendaftar dengan kuota 30 orang, dan jalur Non Akademik – Kepemimpinan tercatat diikuti 23 orang dengan kuota 8 orang.
Menyikapi gambaran data tersebut, Kepala SMAN 3 Garut Drs. H. Asep Ansor Mujahidin menyampaikan penjelasan resmi saat kepala perwakilan jabar sambangi di ruang kantornya. Kamis, (10/06/26).
“Data yang disajikan ini merupakan gambaran awal dari proses pemetaan yang masih bersifat dinamis dan belum mencerminkan hasil penetapan akhir. Tingginya jumlah pendaftar, khususnya pada jalur domisili dan akademik rapor, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan ini, sekaligus menggambarkan ketatnya persaingan dalam memperoleh tempat belajar. Sementara itu, masih tersedianya sisa kuota pada beberapa jalur lain memberikan ruang bagi penyesuaian lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.”
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus memantau perkembangan data hingga tahap pendaftaran dan verifikasi resmi selesai dilaksanakan. “Kami memastikan seluruh proses berjalan mengacu pada peraturan sistem SPMB yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Setiap perubahan data, penyesuaian posisi, hingga penetapan akhir dilakukan secara terpadu dalam sistem, sehingga prinsip keadilan, objektivitas, dan transparansi dapat terjaga sepanjang proses berlangsung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah mengimbau agar masyarakat memahami tahapan yang sedang berjalan. “Informasi ini menjadi bahan gambaran sementara, sehingga tidak perlu diambil sebagai kepastian mutlak. Kami mengajak seluruh pihak untuk mengikuti perkembangan selanjutnya melalui saluran informasi resmi yang disediakan, guna menghindari kesalahpahaman dalam memaknai kondisi yang ada saat ini,” pungkasnya.
Data ini memberikan gambaran objektif mengenai ketatnya persaingan yang terjadi, terutama pada jalur akademik rapor dan domisili yang menjadi pilihan utama calon peserta didik. Di sisi lain, masih terdapat ruang kuota yang belum terisi pada jalur kejuaraan, mutasi, serta sebagian jalur afirmasi, yang menjadi indikator adanya variasi tingkat akses dan kualifikasi di antara calon pendaftar.
Sebagai tahap awal pemetaan, data ini bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan hingga seluruh proses pendaftaran dan verifikasi selesai dilaksanakan. Rekapitulasi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola sekolah dan pihak berwenang dalam memantau efektivitas sistem penerimaan serta memastikan alokasi kuota berjalan sesuai ketentuan yang berlaku secara adil dan transparan.
(M.A. Zakariyya S.E)

