Garut.Opsjurnal.asia — Dalam kerangka upaya memperkuat sistem dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, keberadaan lembaga sosial berperan sebagai pelengkap yang penting dan tidak terpisahkan dari upaya pemulihan kondisi kesehatan. Salah satu lembaga yang secara konsisten menjalankan fungsi tersebut adalah Yayasan Rumah Singgah Peduli Cinta, yang terus menunjukkan peran aktifnya dalam menyediakan tempat tinggal sementara serta pendampingan bagi warga yang menjalani pengobatan jauh dari tempat asalnya.
Pada hari Rabu, 17 Juni 2026, lembaga tersebut menerima kedatangan dua orang pasien yang akan memanfaatkan fasilitas dan pendampingan yang disediakan hingga masa pemulihan berlangsung. Kedua pasien tersebut adalah Novianti, berusia 29 tahun asal wilayah Ranca Buaya dengan diagnosa medis persalinan melalui operasi sesar, serta Amelia, anak asal Kecamatan Pakenjeng yang mengalami kondisi kesehatan berupa penyakit talasemia.
Mengenai hal ini, Mimah Nurdaniah, selaku Pengurus Yayasan Rumah Singgah Peduli Cinta, memberikan keterangan secara resmi.
“Dalam kajian pelayanan sosial dan kesehatan, ketersediaan tempat tinggal yang layak serta dukungan psikososial merupakan faktor yang turut memengaruhi keberhasilan proses pengobatan. Rumah Singgah Peduli Cinta hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah dengan akses terbatas dan tidak memiliki tempat tinggal sementara selama menjalani perawatan medis. Pada Rabu, 17 Juni 2026, kami menerima kedatangan Novianti dan Amelia; kami berkomitmen memberikan kenyamanan, perhatian, serta pendampingan secara berkesinambungan hingga keduanya dapat pulih dan kembali ke lingkungan keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mimah Nurdaniah menambahkan bahwa kehadiran lembaga ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari kedua pasien beserta keluarganya. Novianti menyampaikan rasa syukur dan kelegaan atas fasilitas yang disediakan.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman di sini. Sebagai warga yang datang dari daerah jauh, saya sempat khawatir tidak memiliki tempat istirahat yang layak menjelang proses persalinan nanti. Kehadiran Rumah Singgah Peduli Cinta sangat meringankan beban saya dan keluarga, baik dari segi biaya maupun ketenangan pikiran. Kami merasa disambut dengan hangat, seolah berada di rumah sendiri,” ungkap Novianti dengan nada haru.
Hal serupa juga disampaikan oleh keluarga yang mendampingi Amelia. Mereka menyatakan bahwa dukungan yang diberikan memberikan semangat tambahan bagi anak tersebut dalam menjalani pengobatan rutin.
“Kami merasa sangat terbantu. Amelia sering merasa lelah dan kurang bersemangat saat harus berobat bolak-balik. Namun, sejak tiba di sini, ia terlihat lebih tenang dan ceria. Perhatian serta doa dari pengurus dan relawan membuat kami semakin yakin dan semangat untuk terus menjalani proses pengobatan ini. Terima kasih banyak atas kepedulian yang diberikan,” ujar pendamping Amelia.
Mimah Nurdaniah menegaskan bahwa keberadaan lembaga ini tidak hanya bersifat menyediakan fasilitas fisik, melainkan juga memberikan dukungan moril yang memiliki nilai strategis. Dukungan ini bertujuan untuk mengurangi beban psikologis pasien dan keluarga, sehingga fokus utama dapat diarahkan sepenuhnya pada proses penyembuhan.
“Kami memahami bahwa kondisi sakit sering kali menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan tersendiri. Oleh karena itu, selain menyediakan tempat tinggal yang layak, kami juga senantiasa memberikan semangat, perhatian, serta doa bersama. Semoga Novianti dapat menjalani proses persalinan dengan lancar, selamat, dan sehat, serta Amelia mendapatkan penanganan medis yang tepat sehingga kondisinya membaik secara bertahap,” tambahnya.
Kedatangan kedua pasien ini direncanakan akan mendapatkan pendampingan hingga hari Senin mendatang, dengan pemantauan rutin dari pihak pengurus dan relawan. Keberadaan Yayasan Rumah Singgah Peduli Cinta dinilai menjadi salah satu wujud nyata dari tanggung jawab sosial kolektif dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkeadilan.
(M.A. Zakariyya, S.E)


