• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Vokasi dan Dunia Usaha untuk Tekan Pengangguran Lulusan SMK

    Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T14:28:19Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
    Pemkab Bojonegoro menggelar Rapat TKDV dan Bursa Kerja Khusus di Gedung Pemkab, Senin 8 Juni 2026.

    Kegiatan ini diikuti 72 peserta dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta 45 Ketua BKK se-Bojonegoro.

    Forum tersebut bertujuan menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja guna menekan pengangguran terbuka.

    Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pengurangan pengangguran.

    Menurutnya, Bojonegoro mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas keberhasilan menurunkan pengangguran.

    Penghargaan itu disebut sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan kalangan dunia usaha.

    Nurul menjelaskan, Pemprov Jatim mendorong daerah fokus pada pengurangan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan.

    Selain itu, pembangunan SDM, pengentasan kemiskinan, serta penguatan infrastruktur juga menjadi prioritas daerah.

    Ia menilai tantangan pembangunan semakin kompleks di tengah penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

    Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi pembangunan daerah.

    Menurut Nurul, target RPJMD hanya dapat dicapai melalui program terukur yang didukung sinergi berbagai pihak.

    Ia menegaskan hubungan sekolah vokasi, dunia usaha, dan pemerintah harus semakin kuat dan berkelanjutan.

    Saat ini terdapat sekitar 122 SMK di Bojonegoro dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 25 ribu siswa.

    Setiap tahun sekitar 7 ribu lulusan SMK memasuki pasar kerja dan membutuhkan peluang kerja yang memadai.

    Pemkab menilai pelatihan kerja harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi pencari kerja di daerah.


    Peserta pelatihan diharapkan memperoleh pendampingan hingga bekerja atau mampu menciptakan usaha mandiri.

    Kepala Disperinaker Bojonegoro Mahmudi menyebut pengangguran terbuka masih didominasi lulusan SMK sederajat.

    Karena itu, pendidikan vokasi perlu diperkuat agar sesuai kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.

    Peran Bursa Kerja Khusus (BKK) juga dinilai penting sebagai penghubung antara sekolah dengan perusahaan pengguna tenaga kerja.

    Saat ini terdapat 45 BKK aktif yang terdiri atas dua perguruan tinggi, 42 SMK, dan satu SMA di Bojonegoro.

    Data tracer study mencatat penempatan tenaga kerja melalui seluruh BKK mencapai 2.872 orang hingga saat ini.

    BKK SMKN Purwosari menjadi penyalur tertinggi dengan 323 tenaga kerja, disusul SMKN Kasiman 293 orang.

    Sementara SMKN 1 Bojonegoro menempati posisi berikutnya dengan capaian penempatan sebanyak 288 tenaga kerja.

    Untuk mengurangi pengangguran, Disperinaker juga menggelar job fair, pelatihan sertifikasi, dan konsultasi kerja.

    Program tersebut dilengkapi seminar soft skill serta penyebaran informasi lowongan kerja di berbagai lokasi. [Agus].

    Sumber: Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro melalui Pemkab Bojonegoro, 8 Juni 2026.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini