Bojonegoro, Jatim - Pendopo Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Kamis 18 Juni 2026 menjadi tempat berkumpulnya warga.
Mulai perangkat desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam hadir dalam Musdes.
Forum tersebut digelar untuk menyusun arah pembangunan Desa Duyungan pada tahun anggaran 2027.
Namun pembahasan kali ini tidak hanya soal usulan pembangunan dan kebutuhan infrastruktur desa.
Musdes juga menyoroti tantangan baru berupa berkurangnya alokasi anggaran desa tahun depan.
Kepala Desa Duyungan, Moh Solikin menjelaskan ruang fiskal desa diperkirakan menyempit.
Kondisi itu dipengaruhi adanya alokasi dana untuk sejumlah program prioritas pemerintah pusat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP.
Meski menghadapi keterbatasan, pemerintah desa memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan.
Aspirasi masyarakat yang muncul dalam musyawarah tetap menjadi dasar penyusunan program desa.
Menurut Solikin, dana yang dapat dikelola desa diperkirakan jauh lebih terbatas dari sebelumnya.
Karena itu, setiap usulan pembangunan akan dipilah berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat.
Program yang dianggap paling mendesak akan menjadi prioritas dalam penyusunan rencana kerja.
Camat Sukosewu, Alit Saksama Purnayoga, menyebut tahun 2027 menjadi tantangan bagi desa.
Pengurangan anggaran diperkirakan cukup besar sehingga desa harus lebih selektif menentukan program.
Sebagian Dana Desa nantinya diarahkan untuk mendukung kebijakan prioritas pemerintah pusat.
Selain KDKMP, dana juga difokuskan pada penanganan kemiskinan ekstrem dan bantuan sosial.
Sektor kesehatan serta dukungan bagi warga lanjut usia juga menjadi prioritas penggunaan dana.
Meski anggaran lebih terbatas, pemerintah berharap pembangunan desa tetap dapat berjalan baik.
Penentuan skala prioritas dinilai menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi.
Dalam kesempatan itu, Camat Sukosewu turut mengapresiasi pelaksanaan Program Gayatri.
Program tersebut dinilai berjalan cukup baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Melalui Musdes ini, berbagai usulan warga dihimpun untuk menjadi dasar pembangunan tahun depan.
Harapannya, anggaran yang terbatas tetap mampu menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Desa pun berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang ada. [Agus].

