Garut.Opsjurnal.asia - Jakarta, Babak baru dalam membentuk Aparatur Sipil Negara yang tangguh, berkarakter, dan memiliki jiwa bela negara tinggi resmi ditandai. Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi ASN Kementerian dan Lembaga Gelombang I Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Upacara penutupan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, sejumlah pejabat tinggi dari kementerian dan lembaga, jajaran TNI dan Polri, serta Atase Pertahanan dari negara-negara sahabat. Sebanyak 1.758 peserta mengikuti rangkaian acara tersebut, menandai selesainya proses pembinaan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta menanamkan semangat bela negara yang kokoh.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan proses menempa mental dan fisik agar ASN memiliki ketangguhan dalam menjalankan tugas. Selama mengikuti pendidikan, para peserta dibiasakan untuk hidup tertib, bekerja sama dalam berbagai kondisi, serta menjunjung tinggi nilai integritas tanpa kompromi.
Dalam arahannya, MenPANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa segala nilai dan kemampuan yang diperoleh selama masa pelatihan harus menjadi bekal utama dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Disiplin, integritas, rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan ketangguhan yang didapatkan selama pendidikan ini harus terus diamalkan. Inilah modal penting agar ASN mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, adaptif terhadap perubahan, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat tata kelola birokrasi yang bersih serta menambah kekuatan ketahanan nasional kita,” tegasnya.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, diharapkan para lulusan dapat membawa perubahan nyata di lingkungan kerjanya masing-masing. ASN tidak hanya andal dalam urusan administrasi, tetapi juga memiliki semangat menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa, menjadikan birokrasi sebagai kekuatan pendukung utama kemajuan Indonesia.
(M.A.Zakariyya S.E)


