• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    HP Konvensional Mulai Kehilangan Daya Tarik, Ponsel Lipat Mengambil Panggung

    Kamis, 18 Juni 2026, Juni 18, 2026 WIB Last Updated 2026-06-18T02:55:23Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim - Selama lebih dari satu dekade, smartphone menjadi perangkat yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

    Namun memasuki 2026, dominasi ponsel konvensional mulai menghadapi tantangan dari gelombang inovasi baru.

    Lembaga riset pasar teknologi global, International Data Corporation (IDC), memproyeksikan pasar smartphone dunia mulai melambat.

    Penyebabnya bukan karena masyarakat berhenti membutuhkan ponsel, melainkan karena pola konsumsi mulai berubah.

    Konsumen kini cenderung memakai perangkat lebih lama sebelum memutuskan membeli ponsel baru.

    Di sisi lain, harga komponen terus meningkat dan berpotensi mendorong harga jual perangkat naik hingga 20 persen.

    Kenaikan harga yang tidak selalu diikuti peningkatan fitur signifikan membuat minat beli masyarakat mulai tertahan.

    Dalam skenario pesimistis, IDC memperkirakan pasar smartphone global dapat mengalami penurunan hingga 5 persen.

    Segmen ponsel layar biasa atau non-foldable diproyeksikan mencatat penurunan pengapalan sepanjang 2026.

    Saat pasar ponsel konvensional melambat, kategori ponsel lipat justru menunjukkan arah pertumbuhan berbeda.

    IDC memperkirakan pengiriman ponsel lipat dapat melonjak hampir 30 persen sepanjang tahun 2026.

    Pertumbuhan tersebut didorong hadirnya berbagai inovasi yang mulai menarik perhatian pasar global.

    Samsung diperkirakan membuka tahun dengan Galaxy Z TriFold yang membawa konsep layar lipat tiga.

    Perangkat tersebut disebut menjadi langkah besar dalam membawa teknologi lipat ke pasar yang lebih luas.

    Di saat bersamaan, Huawei juga diprediksi memperkuat posisinya melalui pengembangan HarmonyOS Next.

    Momentum terbesar diperkirakan muncul ketika Apple resmi memasuki pasar ponsel lipat pada akhir 2026.

    Kehadiran Apple dinilai dapat mempercepat adopsi teknologi lipat oleh konsumen arus utama dunia.

    Selama ini Apple kerap menjadi pemicu perubahan ketika memperkenalkan kategori produk baru ke pasar.

    Meski volume penjualannya belum sebesar smartphone biasa, nilai ekonominya jauh lebih tinggi.

    Harga jual rata-rata ponsel lipat bahkan diperkirakan mencapai tiga kali lipat dibanding ponsel standar.

    Kondisi tersebut membuat produsen melihat ponsel lipat sebagai peluang baru di pasar yang mulai jenuh.

    Inovasi menjadi faktor penting untuk mendorong konsumen kembali tertarik melakukan pergantian perangkat.

    IDC memperkirakan pasar ponsel lipat akan terus tumbuh hingga 2029 dengan laju yang cukup agresif.

    Sementara itu, pertumbuhan smartphone konvensional diprediksi bergerak sangat lambat dan cenderung stagnan.

    Pada 2026, Android diperkirakan masih mendominasi pasar ponsel lipat dengan pangsa terbesar.

    Apple diproyeksikan mengambil porsi signifikan setelah meluncurkan perangkat lipat pertamanya.

    Sedangkan HarmonyOS Next diprediksi terus memperkuat posisi melalui ekspansi ekosistem Huawei.

    Meski demikian, seluruh angka tersebut masih berupa proyeksi yang dapat berubah mengikuti dinamika pasar.

    Yang jelas, persaingan industri ponsel kini tak lagi sekadar soal spesifikasi, tetapi juga inovasi bentuk.

    Tahun 2026 bisa menjadi titik awal perubahan besar ketika ponsel lipat mulai menantang dominasi smartphone biasa. [Agus].

    Sumber: lembaga riset International Data Corporation atau IDC.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini