Bojonegoro, Jatim | Opini.
Perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) antara Indonesia dan sejumlah negara maju kembali menjadi perhatian publik.
Berdasarkan berbagai data harga energi internasional per Juni 2026, harga BBM di Indonesia masih tergolong kompetitif.
Di Indonesia, harga BBM nonsubsidi berada pada kisaran Rp16.250 per liter untuk jenis Pertamax.
Sementara itu, harga bensin di Jepang tercatat sekitar Rp18.900 per liter dan Australia Rp18.300 per liter.
Harga BBM di Kanada berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter tergantung wilayah setempat.
Di kawasan Eropa, harga bensin tercatat lebih tinggi dengan kisaran Rp29.000 hingga Rp39.000 per liter.
Spanyol berada pada kisaran Rp29.000 hingga Rp33.000 per liter, sedangkan Jerman mencapai Rp37.000 per liter.
Belanda dan Italia juga mencatat harga yang relatif tinggi, masing-masing berkisar Rp33.000 hingga Rp39.000 per liter.
Adapun Singapura menjadi salah satu negara dengan harga BBM tertinggi dalam perbandingan tersebut.
Harga bensin di negara kota tersebut berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp41.000 per liter.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai perbandingan harga BBM tidak cukup dilihat dari nominal semata.
Faktor pendapatan masyarakat dan daya beli dinilai menjadi aspek penting dalam mengukur keterjangkauan BBM.
Sebagai gambaran, rata-rata pendapatan bulanan di Australia mencapai sekitar Rp45 juta per bulan.
Sementara rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia masih berada pada kisaran Rp3 juta per bulan.
Kondisi tersebut membuat beban pembelian satu liter BBM terhadap pendapatan masyarakat menjadi berbeda.
Karena itu, meskipun harga BBM Indonesia relatif lebih murah, tingkat keterjangkauannya masih diperdebatkan.
Perbandingan harga energi dan daya beli masyarakat diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik.
Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi dan distribusi barang yang bergantung pada BBM. [Agus].

