• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Di Balik Nasi Liwet Dan Tawa: PM GATRA Tegaskan: Hasilnya ADA, Tindak Lanjutnya Nyata , Ngaliwet di Saung Gatra, Sederhana tapi Sarat Semangat Kerja

    Minggu, 21 Juni 2026, Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T08:39:09Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia — Hari itu, Minggu 21 Juni 2026, suasana di lingkungan Sekretariat PM Gatra terasa begitu hangat dan akrab. Tidak ada meja megah, tidak ada jamuan yang mewah. Yang ada hanya kesederhanaan yang justru menjadi daya tarik tersendiri: sekumpulan orang yang berkumpul bukan karena materi, tapi karena satu niat dan tujuan. Inilah momen istimewa yang disebut dengan tradisi Ngaliwet, sarana mempererat silaturahmi sekaligus tempat bertukar pikiran yang santai namun penuh makna.

     


    Kehadiran peserta tercatat dalam daftar kehadiran resmi, terdiri dari pengurus dan anggota PM Gatra:

    Daftar Hadir 

    1. Ir. Dede Salehudin, M.M – Sekretaris Umum PM Gatra

    2. Deden Sopian – Wakil Ketua 2 PM Gatra

    3. Hj. Lely Permata, S.Pd., M.Si – Ketua Bidang Humas dan Informasi

    4. M.A. Zakariyya, S.E – Koordinator Teknologi Informasi dan Multimedia

    5. Apri Dedi – Wakil Ketua Sekretariat PM Gatra

    6. Dadang Kurnia – Ketua Sekretariat PM Gatra

    7. Ade Husna – Wakil Ketua 1 PM Gatra

    8. Elin Maulina – Limbangan 

    9. Aep Saepudin – Cibatu

    10. Purwitasari – Limbangan

    11. Sinta Virgianti – Kordinator Dokumentasi Dan Arsip

    12. Oman – Limbangan

    13. Taufik H. – Kadungora 

    14. Mujibs – Leles

    15. Pauzi Ramdan – Kadungora

    16. Awie Dachlan – Kadungora


    Ngopi, Ngaliwet, dan Tawa yang Menghangatkan Hati

     

    Begitu nasi liwet dan lauk-pauk sederhana tersaji, serta kopi hangat mulai mengepul, obrolan pun mengalir lepas diselingi tawa yang bergema. Sekretaris Umum PM Gatra, Ir. Dede Salehudin, M.M. membuka suasana dengan senyum lebar, menyampaikan pesan yang terdengar ringan namun sangat dalam:

     


    “Sahabat-sahabat semua, mari kita ingat satu hal penting: untuk bersatu, membangun, dan melangkah maju itu tidak butuh kemewahan. Tempat tidak harus megah, hidangan tidak harus mahal. Yang paling utama adalah hati yang menyatu, niat yang bersih, dan rasa saling percaya yang terjaga. Kalau sudah begitu, percayalah — meskipun hanya makan nasi liwet dan lauk seadanya, rasanya akan terasa lebih nikmat daripada santapan di istana. Sebaliknya, kalau hatinya sudah berjarak, sekalipun disajikan makanan paling lezat di dunia, rasanya tetap hambar dan terasa sepi.”

     

    Kalimat ini langsung disambut gelak tawa dan anggukan setuju dari semua yang hadir.

     

    Ketua Bidang Humas dan Informasi, Hj. Lely Permata, S.Pd., M.Si menyambung obrolan dengan nada santai namun mengena:

     


    “Makanya tradisi ini sangat berharga. Sambil ngopi, sambil ngaliwet, sambil kita ngobrol santai — itulah artinya Ngopi, Ngaliwet, Ngahijikeun Ati, Ngawangun Kahareupna. Di sini kita bukan sekadar mengisi perut, tapi meluruskan hati, mempererat persaudaraan, dan menyusun langkah ke depan. Jangan sampai kita hanya jago duduk dan bicara saja, tapi kalah soal tindakan. Ingat semangat kita: Pok, Pek, Prak!”

     

    Mendengar itu, Koordinator Teknologi Informasi dan Multimedia, M.A. Zakariyya, S.E. pun menyela dengan gurauan yang membuat suasana makin hidup:

     

    “Betul sekali Bu! Kalau kita cuma sampai tahap ‘Pok’ saja — punya cita-cita setinggi langit dan ide yang melimpah tapi tidak pernah bergerak — ibaratnya kita hanya pandai berkokok tapi tak pernah bertelur. Kalau sudah ‘Pek’ — siap dengan ilmu dan bekalnya — jangan berhenti di situ saja. Langsung saja ‘Prak’ dikerjakan, supaya hasilnya nyata. Jangan sampai nanti ditertawakan orang: banyak wacananya, tapi buktinya kosong melompong!”

     


    Gurauan itu disambut tawa riuh. Wakil Ketua Sekretariat PM Gatra, Apri Dedi melanjutkan dengan nada lebih tegas namun tetap bersahabat:

     

    “Nah itu kuncinya! Kita pegang teguh prinsip sederhana namun kuat: Pok Pek Prak, Hasilna Aya, Tindak Lanjutna Nyata. Lebih baik hasilnya sederhana tapi terlihat dan bermanfaat bagi orang banyak, daripada rencananya muluk-muluk dan indah didengar, tapi tak pernah terwujud sampai kapanpun.”

     

    Ketua Sekretariat PM Gatra, Dadang Kurnia menambahkan dengan senyum ramah:

     

    “Di sini kita bekerja dan berjalan bersama. Kalau ada yang lambat, kita bantu dengan senyum bukan dengan omelan. Kalau ada yang kurang, kita lengkapi dengan keikhlasan bukan dengan celaan. Karena kekuatan kita ada pada kebersamaan, bukan pada jabatan atau pangkat masing-masing.”

     

    Tak ketinggalan, Wakil Ketua 1 PM Gatra, Ade Husna, ikut menyela dengan candaan yang renyah dan mengena:

     


    “Betul itu! Jangan sampai kita jadi orang yang kalau duduk saja sudah lurus, kalau ngomong saja sudah hebat, tapi kalau disuruh jalan atau mengerjakan sesuatu malah ‘lemes kakinya’! Ingat, nasi liwet ini enak dimakan kalau hangat, begitu juga rencana kita — bagus dilaksanakan saat masih semangat, jangan ditunda sampai dingin lalu lupa begitu saja. Pok, Pek, terus langsung Prak, biar nanti hasilnya bisa kita nikmati bersama, bukan cuma jadi cerita saja!”

     

    Tawa kembali meletus, dan giliran Elin Maulina menyampaikan celotehannya yang tak kalah lucu namun tetap bermakna:

     

    “Nah, saya tambah sedikit ya! Jangan sampai kita sudah ‘Pok’ punya ide, sudah ‘Pek’ siap alat dan ilmunya, tapi pas mau ‘Prak’ malah sibuk cari alasan: ‘ah nanti saja’, ‘ah belum waktunya’, ‘ah biar orang lain saja’ — ujung-ujungnya cuma jadi penonton yang cuma bisa komentari kerjaan orang lain saja! Lebih baik sedikit tapi dikerjakan, daripada banyak tapi cuma numpang lewat di pikiran saja. Lagipula, kalau sudah makan liwet ini, tenaga pasti bertambah — jadi semangatnya juga harus bertambah untuk langsung bergerak, bukan cuma bertambah kenyang saja!”

     

    Suasana makin meriah ketika Aep Saepudin angkat bicara dengan nada bercanda yang segar:

     

    *“Kalau saya boleh menambahkan, ingat juga kawan — jangan sampai kita sudah lari kencang di pikiran, tapi jalannya cuma di tempat saja! Jangan sampai semangatnya pas lagi ngobrol saja, tapi begitu pulang ke rumah semangatnya ikut ‘pulang tidur’ juga! Prinsipnya simpel saja: kalau sudah dikatakan, harus dikerjakan; kalau sudah dikerjakan, harus selesai. Jangan sampai kayak kompor yang cuma berasap saja tapi tidak mendidihkan airnya! Jadi ayo kita pegang teguh: *Pok Pek Prak, jangan sampai berhenti di mulut saja, sampai jadi karya nyata yang bisa dibanggakan bersama!”

     

    Dan untuk menutup rangkaian obrolan santai itu, Wakil Ketua 2 PM Gatra, Deden Sopian, berbicara dengan gaya santai namun menggelitik hati:

     


    “Wah, semua sudah bicara pas dan kena sasaran! Kalau saya menambahkan sedikit saja: Jangan sampai kita ini seperti orang yang pandai mengajari orang lain cara memancing, tapi dirinya sendiri belum pernah memegang joran! Sudah tahu ilmunya, sudah punya keinginannya — ya langsung saja dijalankan. Ingat, nasi liwet di meja ini tidak akan habis hanya dengan dilihat dan dibicarakan saja, harus disuap dan dikunyah baru terasa manfaatnya. Begitu juga rencana kita: Pok, Pek, lalu segera Prak, biar hasilnya nyata, manfaatnya terasa, dan nama baik organisasi kita makin harum, bukan makin asing di telinga masyarakat!”

     

    Candaan terakhir ini disambut gelak tawa paling riuh sekaligus tepuk tangan panjang dari seluruh yang hadir, seolah menjadi kesepakatan bulat yang menguatkan semangat bersama.


    Penutup: Sederhana Tapi Membawa Semangat Baru

     

    Acara ngaliwet siang itu berakhir dengan perasaan yang lebih ringan, hati yang lebih dekat, dan semangat yang makin membara. Kesederhanaan yang diusung justru menjadi bukti bahwa kemajuan tidak lahir dari gengsi dan kemewahan, melainkan dari kesungguhan hati dan kebersamaan yang kokoh.

     

    Sebagai penutup, seluruh peserta mengumandangkan semangat luhur yang menjadi pedoman bersama:

     

    Mulia Jalmana, Makmur Lemburna

    (Luhur akhlak dan kualitas manusianya, makmur dan sejahtera lingkungan serta daerahnya)

     

    Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari langkah-langkah nyata yang bermanfaat, membawa kemajuan bagi organisasi dan masyarakat yang dilayani.

    (M.A. Zakariyya, S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini