• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Bojonegoro Punya Deretan Komoditas Ekspor Bernilai Tinggi

    Jumat, 12 Juni 2026, Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T15:19:34Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Opini -  Nama Kabupaten Bojonegoro selama ini identik dengan minyak dan gas bumi yang mengalir dari perut bumi.

    Lapangan migas raksasa di wilayah ini menjadikan Bojonegoro salah satu penopang energi nasional.

    Tak heran jika sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

    Namun, kekuatan ekonomi Bojonegoro sesungguhnya tidak hanya bertumpu pada sektor migas semata.

    Di luar sumur minyak, hamparan sawah, kebun, dan hutan turut menyimpan potensi ekspor besar.

    Salah satu komoditas yang menonjol adalah kayu jati yang sejak lama menjadi kebanggaan daerah.

    Kayu jati Bojonegoro dikenal memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar dalam maupun luar negeri.

    Dari bahan baku tersebut lahir berbagai produk bernilai tambah yang mampu menembus pasar ekspor.

    Mulai meja, kursi, lemari, rumah joglo, hingga furnitur taman dikirim ke berbagai negara.

    Produk kerajinan kayu bahkan menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas dari Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

    Selain jati, komoditas yang telah lama menghidupi masyarakat adalah tanaman tembakau rakyat.

    Tembakau Bojonegoro dikenal sejak masa kolonial karena kualitas dan nilai ekonominya tinggi.

    Hingga kini komoditas tersebut masih menjadi andalan petani di sejumlah wilayah pedesaan.

    Di sektor pertanian, jagung juga memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat.

    Produksi jagung yang melimpah menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan daerah.

    Hasil panen tersebut memasok kebutuhan industri pakan dan pasar di berbagai wilayah Indonesia.

    Saat produksi melimpah, komoditas pertanian ini juga memiliki peluang masuk pasar ekspor.

    Perkembangan usaha kecil dan industri pengolahan turut memperluas ragam produk ekspor daerah.

    Berbagai produk dekorasi rumah dan kerajinan lokal mulai mendapatkan tempat di pasar global.

    Tidak hanya itu, sarang burung walet juga tercatat sebagai komoditas yang memiliki nilai ekspor.

    Beberapa pelaku usaha bahkan mampu memasarkan produknya hingga ke pasar internasional.

    Kondisi ini menunjukkan wajah ekonomi Bojonegoro jauh lebih beragam dari yang dibayangkan.

    Di balik gemerlap industri migas, terdapat ribuan pelaku usaha yang terus bergerak produktif.

    Mulai petani, perajin, pengusaha furnitur, hingga pelaku usaha kecil ikut menciptakan nilai.

    Karena itu, masa depan ekonomi Bojonegoro tidak hanya bergantung pada minyak dan gas bumi.

    Penguatan sektor nonmigas menjadi peluang besar untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini