Garut,OpsJurnal.Asia -
Membentuk Generasi Cerdas, Bermartabat, Dan Keluarga Yang Kuat!
Langkah strategis dan luar biasa dilakukan di SMAN 3 Garut. Dalam upaya mencetak generasi yang tangguh dan keluarga yang harmonis, digelar kegiatan akbar Pembinaan PIK Remaja serta Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan SEBAYA.
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Jenderal A. Yani, Kp. Loji, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu ini, dipantau langsung oleh Kepala Perwakilan Jabar media Opsjurnal.asia Muhammad Agus Zakariyya S.E.
Kepala Sekolah SMAN 3 Garut, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si, menyambut hangat dan mendukung penuh program strategis ini.
Beliau menegaskan pentingnya sekolah tidak hanya mencetak intelektual, tapi juga membentuk karakter dan kepribadian siswa yang siap menghadapi masa depan.
"Kami sangat mengapresiasi program ini. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga pembentukan mental dan kesehatan reproduksi agar siswa kami tumbuh menjadi generasi yang berencana, bukan generasi yang menyesal," tegas H. Asep Ansor. Selasa, (05/05/26).
Kegiatan ini berjalan sukses berkat kolaborasi yang solid dari berbagai unsur DPPKBPPPA Kecamatan Cibatu:
- Aldi Wildansyah, S.E
- Ira Karmilah, S.Pd.I
- Ahmad Sahid, S.Pd
- Alya Sarah Samrati, S.Pd
- Dari Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak:
- Mamad Komarudin
Mereka hadir bukan hanya sebagai narasumber, tapi sebagai orang tua dan pembimbing yang tulus membimbing generasi muda.
Dalam sesi Pembinaan PIK Remaja (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), peserta dibekali ilmu yang sangat krusial.
Program unggulan KEMENDUKBANGGA/BKKBN ini bertujuan menciptakan Generasi Berencana (Genre) yang tangguh.
Materi yang digali sangat mendalam, mulai dari Kesehatan Reproduksi, Pendewasaan Usia Perkawinan, Bahaya NAPZA, hingga Keterampilan Hidup.
"Kami latih mereka menjadi pendidik sebaya. Agar mereka bisa saling mengingatkan, mencegah seks pranikah, pernikahan dini, dan penyalahgunaan obat terlarang. Remaja sehat adalah aset bangsa," ungkap tim penyuluh.
Tidak kalah penting, digelar pula Sosialisasi GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dan SEBAYA (Sekolah Bersama Ayah).
Ini adalah terobosan luar biasa untuk mengatasi fenomena Fatherless yang mencapai 20,9% di Indonesia.
Ayah tidak lagi hanya dianggap sebagai "mesin uang", tapi harus hadir secara fisik dan emosional dalam pengasuhan anak.
"Ayah harus hadir! Bukan hanya mencari nafkah, tapi juga mendidik, membimbing, dan menjadi pelindung keluarga. Dengan peran ayah yang kuat, stunting bisa dicegah dan keluarga akan semakin harmonis dan sejahtera," tegas narasumber.
Dua program besar ini memiliki misi suci:
1. Mencegah pernikahan dini dan penyimpangan remaja.
2. Membangun peran ayah yang nyata dan aktif.
3. Menciptakan Indonesia yang bebas stunting dan penuh prestasi.
Semoga langkah SMAN 3 Garut ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, demi terwujudnya Indonesia Emas yang sesungguhnya.

