• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Dukungan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, DLH Garut Sasar Desa Mekarsari Cibatu Garut

    Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T02:35:00Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -


    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan kebijakan pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat dan partisipatif. Langkah nyata kembali dilakukan dengan menyalurkan bantuan berupa satu unit gerobak sampah dan bak penampungan ke Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Senin (11/05/2026).

     

    Penyaluran sarana ini merupakan bagian strategi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memastikan setiap wilayah memiliki fasilitas memadai dalam menangani persoalan sampah sejak dari sumbernya. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadli, didampingi perangkat desa, Babinsa Ramil 1105 Cibatu, serta pengelola Bank Sampah setempat.

     

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan nasional, di mana penanganan sampah tidak lagi dipandang sebagai tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama yang harus berjalan dari hulu ke hilir.

     

    "Kebijakan kami saat ini adalah mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan berbasis masyarakat. Artinya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada armada atau sistem yang kami buat, tapi sangat ditentukan oleh partisipasi aktif warga. Karena itu, kami hadirkan fasilitas ini agar masyarakat terbantu dan makin semangat menjaga kebersihan lingkungannya," ungkap Jujun usai apel pagi di lingkungan Pemkab Garut.

     

    Dalam kerangka kebijakan tersebut, DLH Garut gencar menggalakkan program pemilahan sampah dari rumah. Melalui bantuan gerobak dan bak sampah ini, diharapkan alur pengangkutan menjadi lebih teratur: sampah anorganik yang bernilai ekonomi dapat disalurkan ke Bank Sampah tingkat RW, sementara sampah lainnya dikelola sesuai ketentuan sebelum diangkut ke pembuangan akhir.

     

    Jujun juga mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa persoalan sampah adalah isu nasional yang penanganannya tidak boleh dilakukan secara parsial atau sepotong-sepotong.

     

    "Presiden sudah menegaskan, penanganan sampah harus ada sinergi dan aksi bersama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Mulai dari pemerintah yang memfasilitasi sarana, hingga masyarakat yang harus sadar memilah, mengurangi plastik, dan menjaga saluran air agar tidak tersumbat. Inilah yang kami terapkan dan kami dorong terus ke seluruh desa, termasuk di Mekarsari ini," jelasnya.

     

    Pihaknya berharap keberadaan gerobak sampah ini menjadi pemantik kesadaran baru. Warga diimbau untuk membiasakan memilah sampah dari rumah, mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, serta aktif dalam kegiatan gotong royong. Menurutnya, persoalan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi memicu banjir, masalah kesehatan, hingga penurunan kualitas lingkungan hidup.

     

    Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadli, menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan pemerintah kabupaten yang telah merespons kebutuhan warga. Bantuan ini, katanya, sangat krusial untuk menunjang operasional Bank Sampah yang sudah berjalan di wilayahnya, khususnya di Kampung Wedasari RW 04.

     

    "Kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan ini. Selama ini kami sudah berusaha mengelola sampah dan memberdayakan warga, namun memang masih terkendala sarana. Nantinya gerobak ini akan kami kelola oleh petugas Bank Sampah, untuk menarik sampah dari rumah ke rumah, memilahnya, dan mengangkutnya ke bak penampungan dekat TPU. Kami pastikan alat ini dipakai sebaik-baiknya demi kebersihan desa," ujar Ahmad Sadli.

     

    Hal senada disampaikan Aceng Piah, pengelola Bank Sampah Kampung Wedasari. Ia mengaku sangat membutuhkan fasilitas tersebut agar pengelolaan sampah yang sudah dilakukan warga bisa lebih maksimal, teratur, bahkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga.

     

    "Selama ini warga sudah antusias memilah sampah, dan hasilnya lumayan bisa bernilai rupiah. Dengan adanya gerobak ini, akses pengangkutan jadi lebih mudah, lingkungan makin bersih, dan warga makin diuntungkan. Terima kasih kepada Pemkab Garut dan DLH atas dukungannya," tambah Aceng.

     

    Dengan penyaluran ini, DLH Garut berkomitmen untuk terus memperluas dukungan sarana dan pembinaan ke desa-desa lain, guna mewujudkan Kabupaten Garut yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.


    (M.A.Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini