Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Komisaris Independen PT Rekayasa Industri; Tenaga Ahli Kelistrikan PLN proyek IKN; Komite Tetap Bidang Ketenagalistrikan KADIN Kalimantan Timur, memberikan informasi kepada awak media.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah besar dalam transformasi sektor energi dengan membuka peluang investasi energi hijau yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 triliun dalam beberapa dekade ke depan, hal ini ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud disela-sela pengukuhan Pengurus Kamar Dagang Industri Kalimantan Timur.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selama ini Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi energi fosil Indonesia, khususnya batu bara dan minyak.
Namun, perubahan arah pembangunan global menuju ekonomi rendah karbon mendorong daerah ini untuk mulai mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan.
Melalui perusahaan daerah di sektor energi, PT Ketenagalistrikan Kaltim (Perseroda), pemerintah provinsi tengah mempersiapkan sejumlah proyek strategis yang terbuka bagi investor nasional maupun internasional.
Beberapa proyek yang sedang dipetakan antara lain pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar, pengembangan energi biomassa berbasis limbah perkebunan, produksi biometana, hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) di kawasan perkotaan.
Selain itu, potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan menengah di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Timur juga tengah dikaji sebagai bagian dari penguatan sistem energi daerah.
Kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pembangunan IKN serta pertumbuhan kawasan industri baru di Kalimantan Timur menjadi salah satu faktor pendorong percepatan investasi di sektor energi.
Pengembangan proyek-proyek energi hijau tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis energi bersih.
Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah, lokasi strategis sebagai wilayah penyangga IKN, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi berkelanjutan, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.
Jika berbagai proyek yang telah dipetakan dapat direalisasikan secara bertahap, investasi energi hijau di Kalimantan Timur diperkirakan tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
Ke depan, Kalimantan Timur diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil energi konvensional, tetapi juga sebagai salah satu motor penggerak pengembangan energi masa depan Indonesia.
(Ine)

