Kota Tegal, opsjurnal.asia – Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Golkar, Arie Prima Setyoko, menggelar reses masa persidangan II tahun 2025/2026 di Jalan Surabayan, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyosialisasikan program-program yang diperjuangkannya.
Dalam pertemuan tersebut, politisi yang akrab disapa Koko itu menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Mintaragen, khususnya RW 11 Halmahera. Menurutnya, permasalahan ini perlu segera ditangani melalui normalisasi saluran air agar banjir yang terus berulang dapat diminimalkan.
“Kami menerima banyak keluhan warga terkait banjir yang sering terjadi di Mintaragen, terutama RW 11 Halmahera. Karena itu, langkah normalisasi saluran air menjadi prioritas. Usulan ini bisa diajukan melalui anggaran Pokok Pikiran (Pokir) yang saya perjuangkan,” ujar Koko.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang diusulkan melalui Pokir pada anggaran tahun 2025 telah terealisasi di beberapa wilayah yang sebelumnya menjadi prioritas.
Selain infrastruktur, Koko juga menyampaikan informasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyebutkan bahwa untuk tahap pertama tahun 2026, proses penginputan data penerima bantuan sudah dimulai melalui sistem Dapodik. Masyarakat, khususnya di daerah pemilihan Tegal Timur, dapat mengajukan usulan penerima PIP melalui dirinya.
Koko menegaskan bahwa program PIP tidak boleh dipotong oleh pihak mana pun, termasuk sekolah maupun timnya. Bantuan ini merupakan program pemerintah yang harus diterima utuh oleh masyarakat.
“Tidak ada potongan dalam program PIP. Sekolah tidak diperbolehkan memotong sepeser pun. Ini program pemerintah yang harus dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat. Tugas kami di DPRD hanya memperjuangkan agar anggaran dari pusat bisa sampai ke penerima manfaat,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika ditemukan sekolah yang melakukan pemotongan dana PIP, dirinya akan segera meminta klarifikasi. Apabila terbukti melanggar, sekolah tersebut dapat dikenai sanksi berupa tidak lagi menerima program pada tahap berikutnya.
Melalui reses ini, Koko berharap anak-anak di wilayah Tegal Timur dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Harapan saya, anak-anak tetap bisa sekolah dengan baik dan tidak putus sekolah. Partai Golkar juga memiliki program PIP dan beasiswa bagi pelajar mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” pungkasnya.

