Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Weekend adalah saat melewati kepenatan kerja setelah berkutat dengan aneka ragam giat yang tergolong menguras tenaga.
Kegiatan outdoor kali ini adalah perjalanan ke alam liar yang tergolong ekstrim walaupun tetap masih dalam pengawasan pengelolaan sarana rek kreasi.
Bersama keluarga berpetualang ke alam liar adalah salah satu tantangan atau boleh dibilang mirip uji nyali.
Taman Safari Indonesia yang terletak di kawasan Gunung Gede Pangrango tepatnya Cisarua Bogor Jawa Barat kami pilih sebagai tujuan. Disamping melepaskan stress akibat rutinitas kerja, juga merupakan tadabbur alam betapa Maha Besar Alloh dengan segala kuasa Ciptaan danNya
Perjalanan dimulai setelah pemeriksaan tiket dan jumlah pengunjung yang ada sesuai manifest tiket lalu diberikan semacam pita.
Menyusuri jalan berliku bersama iringan mobil dan bus wisata perjalanan dibuka memasuki area hewan pemamamah biak, seperti keledai, tapir, rusa hutan menjangan gajah.
Suasana hutan memang diprioritaskan agar hewan hewan tersebut serasa ada di habitatnya. Ekosistem yang dijaga dengan kehadiran para pekerja lapangan dan wild guard mbuat betah penghuni. Pada titik tertentu ditemukan juga ruang perawatan satwa.
Aliran sungai kecil yang melintasi jalan dengan kebeningan khas pegunungan serta air terjun kecil menampilkan pesona alam yang indah.
Ada beberapa kendaraan mobil yang membuka rooftop untuk lebih mengedepankan merekam sehingga suasana nya lebih real.
Memasuki wiid area yang bersifat Danger, pelancong dilarang membuka pintu dan sepertinya juga makanan hewan pemakan daging lebih terpusat diberikan oleh petugas.
Direst area kami disuguhkan atraksi drama persahabatan gajah dan manusia, sedih liat nya jika disandingkan dengan kondisi sekarang.
Ada juga beberapa atraksisatwa lain yang bagus untuk tidak dilewatkan
Menjelang sore kami turun kejakarta dalam iringan guyuran hujan, alhamdulillah segala hal yang membebani lelah penat perlahan lepas.

