Besitang,OpsJurnal.Asia -
Kondisi ruas jalan kabupaten menghubungi antara Linkungan VIII Simpang Tiga dengan Linkungan IX Stasiun Kereta Api, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat selama puluhan tahun rusak parah, namun tak menjadi perhatian dari Pemkab Langkat.
Warga kecewa, ruas jalan ini sudah cukup lama rusak dan dipenuhi lubang, namun sampai kini kerusakan jalan ini sama sekali tidak mendapatkan perhatian. Bahkan sudah empat kali pergantian bupati, tapi belum ada sama sekali dilakukan perbaikan.
Kerusakan aspal jalan ini semakin diperparah dengan terjadinya bencana banjir bandang November 2025. Terjangan banjir membuat lapisan aspal di kawasan playover PT Kereta Api Indonesia di Lingk VIII Simp III terbongkar.
Pascabanjir, Lurah Bukit Kubu, Rahmatsyah, mengatakan kepada kru OPS,Juranal.Asia berinisiatif menggalang partisipasi salah satu perusahaan untuk menimbun lubang-lubang besar yang terbentuk akibat gerusan arus banjir agar jalan ini kembali dapat dilintasi.
Kondisi kerusakan parah juga terdapat di ruas jalan yang sama, tepatnya memasuki di Linkungan IX. Kerusakan infrastruktur jalan ini sangat parah dan sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Kerusakan infrastruktur jalan juga terdapat di jalan kabupaten menuju Desa Sekoci, Kec. Besitang. sudah sejak lama mengalami rusak parah. Diperkirakan ada 80 persen lapisan pemukaan aspal rusak parah.
Pantauan di lapangan, Kamis (29/10), sebagian permukaan aspal tampak sudah terbongkar dan membentuk lubang-lubang besar. Ruas jalan ini bagaikan kolam ikan karena digenangi air hujan.
Kerusakan serupa juga terdapat di jalan menuju Desa Sekoci. Nyaris di sepanjang jalan kondisi aspal mengalami kerusakan. Buruknya kondisi infrastruktur jalan ini membuat warga pengguna jalan sangat tak nyaman melintasi.
Jalan kabupaten ini setiap harinya dilintasi, masyarakat dan juga armada angkutan buah kelapa sawit dan juga mobil tanki bermuatan crude palm oil (CPO) milik perusahaan dengan kapasitas yang melebihi daya dukung jalan.
Akses jalan ini termasuk urat nadi untuk menunjang kelancaran perekonomian warga Desa Sekoci, termasuk warga Desa PIR ADB yang mayoritas sumber kehidupannya dari hasil pertanian atau perkebunan kelapa sawit.
Warga Besitang, khususnya di Kelurahan Bukit Kubu mengaku kecewa karena pembangunan di daerah mereka kurang diperhatikan. Warga mendesak Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti, memperioritaskan perbaikan jalan di daerah ini.
(ERI)

