Garut — Opsjurnal.asia — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa resmi menetapkan hasil akhir Lomba Desa Wisata Nusantara Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Surat penetapan bernomor 14454/PMD.04.05/PUEM bertanggal 30 Oktober 2026 menempatkan Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut pada peringkat pertama, sehingga berhak mewakili Provinsi Jawa Barat pada ajang tingkat nasional. Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran, meraih peringkat kedua.
Penetapan ini merupakan puncak dari proses penilaian yang sistematis dan komprehensif, mencakup verifikasi administrasi, wawancara, serta peninjauan lapangan oleh tim penilai independen. Aspek yang dievaluasi meliputi potensi daya tarik wisata, tata kelola kelembagaan, partisipasi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta dampak sosial-ekonomi bagi warga setempat.
Dihubungi melalui sambungan telepon hari ini, Kepala Desa Karamatwangi, Rana Kurnia, A.Md., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tersebut:
"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pencapaian ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah gotong royong seluruh masyarakat Desa Karamatwangi. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan ketekunan, desa kita mampu bersaing di tingkat provinsi. Tentunya ini juga menjadi tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama saat maju ke tingkat nasional nanti."
"Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki segala aspek yang dinilai, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menjaga kelestarian alam serta budaya yang menjadi identitas desa kami. Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan agar Karamatwangi dapat menampilkan wajah terbaik Jawa Barat di kancah nasional," tambahnya dengan nada penuh semangat. Sabtu, (31/10/26)
Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karamatwangi, Muhamad Fadrian Nurdin, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa aspek pengelolaan ekonomi dan kelembagaan akan terus diperkuat sebagai fondasi utama:
"Kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi motivasi untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMDes dan pengelolaan destinasi wisata secara menyeluruh. Kami akan terus berupaya memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya sebagai aset terbesar kita."
"Prestasi ini bukan titik akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Kami siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mematangkan persiapan menuju lomba tingkat nasional. Semoga Karamatwangi dapat mengharumkan nama Jawa Barat sekaligus menjadi teladan bagi desa-desa wisata lainnya," ujarnya.
Diresmikannya Desa Karamatwangi sebagai juara pertama mencerminkan keunggulan komparatif yang ditunjukkan dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, BUMDes, dan warga dalam membangun tata kelola yang partisipatif dan berkelanjutan. Seluruh masyarakat Karamatwangi kini berbenah menyambut tahap berikutnya — panggung nasional Lomba Desa Wisata Nusantara.
(M.A. Zakariyya, S.E)


