• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    Derita Sepuluh Tahun Glaukoma, Warga Mekarsari Bingung Berobat Karena BPJS‑PBI Tidak Aktif (Masuk Dalam Desil‑6)

    Kamis, 15 Oktober 2026, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T06:23:45Z
    masukkan script iklan disini

    Garut — Opsjurnal.asia — Rasa perih berkelanjutan di bola mata, pandangan yang perlahan memudar, dan kecemasan menatap masa depan terus melanda hidup warga berinisial E.K, warga Kp Cigaluh RT 03 RW 05 Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Selama sepuluh tahun terakhir ia hidup bersandar pada penyakit glaukoma yang mengancam kebutaan total. Sebagai warga yang masuk dalam golongan Desil‑6 (kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah), ia kini terjerat kebimbangan saat hendak berobat karena kepesertaan jaminan kesehatan BPJS‑PBI yang tidak aktif.

     


    Tim liputan opsjurnal.asia yang dipimpin Kaperwil Jawa Barat M.A. Zakariyya, S.E., menyambangi langsung kediaman E.K untuk mendengarkan keluhan warga tersebut. Setelah mendengar cerita penderitaan warga, tim media segera berkoordinasi dengan pihak RW 05 setempat dan Pemerintah Desa Mekarsari melalui Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) guna menindaklanjuti permasalahan ketidakaktifan BPJS‑PBI tersebut.

     

    “Saya sudah sakit mata ini hampir sepuluh tahun. Kadang malam tidak bisa tidur karena perihnya luar biasa. Selama ini saya bergantung pada bantuan BPJS‑PBI, tapi sekarang kartu saya tidak bisa dipakai. Saya bingung mau ke mana harus berobat, sedangkan biaya perawatan glaukoma tidak sedikit dan penghasilan saya sangat terbatas,” ungkap E.K dengan nada tertekan saat tim liputan menyambangi kediamannya hari ini. Kamis, (15/10/26)


    Bapak Deni selaku Ketua RW 05  Desa Mekarsari menyampaikan, “Kami sudah mencatat keluhan warga E.K sejak beberapa waktu lalu. Kami memahami bahwa penyakit glaukoma ini tidak bisa ditunda penanganannya, apalagi warga ini termasuk golongan Desil‑6 yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan pemerintah. Kami akan membantu melengkapi berkas‑berkas yang diperlukan untuk pengajuan pengaktifan kembali BPJS‑PBI‑nya.”

     

    Sementara itu, Bapak Roni Kasi Kesra Desa Mekarsari menambahkan, “Pihak desa akan segera melakukan verifikasi data kepesertaan E.K, lalu berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan masyarakat Kecamatan Cibatu untuk memperbaiki status BPJS‑PBI‑nya. Kami berusaha agar proses ini berjalan cepat, supaya pengobatan penyakit mata beliau tidak terhenti di tengah jalan.”

     

    Glaukoma yang diderita E.K memerlukan pemeriksaan mata secara rutin, pengendalian tekanan intraokular, dan pengawasan medis berkelanjutan untuk mencegah hilangnya penglihatan secara permanen. Namun dengan status kepesertaan BPJS‑PBI yang terhenti, akses pemeriksaan dan pengobatan rutin menjadi terhalang. Sebagai warga golongan Desil‑6, ia tidak memiliki kemampuan biaya untuk menjalani perawatan secara mandiri.

     

    Tim liputan mencatat bahwa kasus ini menjadi salah satu gambaran kesulitan yang dialami warga golongan Desil‑6 ketika status kepesertaan jaminan kesehatan terhenti secara tiba‑tiba. Masyarakat berharap permasalahan ini dapat diselesaikan segera agar pengobatan penyakit glaukoma yang telah berlangsung sepuluh tahun ini tidak terputus dan risiko kebutaan dapat dicegah sedini mungkin.


    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini