Pesawaran Lampung, -Laporan penting kembali disampaikan kepada Kapolda Lampung terkait dugaan aktifnya kembali jaringan sindikat mafia bahan bakar minyak (BBM) berskala besar. Kali ini, kelompok yang dinilai sebagai kelas kakap tersebut dikabarkan kembali unjuk gigi dan menjalankan aksinya di wilayah pesisir Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran di lokasi yang sama pada saat pengerbekan tiga bulan yang lalu.(23/8/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi ilegal ini diduga kuat dipimpin oleh sosok bernama INKA SEPTI alias DIIN yang bekerja sama dengan KO LEO yang diduga pemain besar di jakarta. Diin juga sebagai pemilik lahan berikut pengelola bahkan rumah kediaman Diin di depan lokasi gudang, keberanian sindikat ini kembali beroperasi dinilai sangat meresahkan, karena selain merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, juga mengganggu tata kelola distribusi energi yang seharusnya tepat sasaran bagi masyarakat luas. Sosok INKA SEPTI alias DIIN Selalu dikaitkan dengan sindikat Mafia BBM kelas kakap ini dan disebut sebagai pengendali jaringan sindikat ini agar menjadi lebih terstruktur dan sistematis.
Kembali unjuk gigi dilokasi yang sama mengartikan bahwa sindikat mafia BBM Pimpinan INKA SEPTI alias Diin ini memiliki sebuah kekuatan besar di belakang mereka yang sulit untuk ditembus oleh Aparat Kepolisian khususnya Polda Lampung
Modus Operandi Utama
Jaringan mafia pimpinan INKA SEPTI Alias Diin kerap memanfaatkan celah selisih harga antara BBM subsidi (seperti solar dan pertalite) dengan BBM non-subsidi untuk industri.
Penyalahgunaan Barcode & Modifikasi Tangki: Sindikat menggunakan mobil boks dengan tangki modifikasi, serta memalsukan barcode MyPertamina untuk memborong solar dari berbagai SPBU (praktik langsir berulang).
Pengoplosan & Penjualan ke Sektor Industri: BBM bersubsidi ditimbun di gudang-gudang ilegal, dicampur minyak cong atau mentah dan kemudian dijual kepada kapal-kapal nelayan komersial atau perusahaan tambang dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Menyusul kembalinya aktivitas kelompok ini, masyarakat meminta perhatian serius Kapolda Lampung untuk segera turun tangan. Langkah penyelidikan dan penindakan tegas dinilai mendesak dilakukan guna membongkar tuntas praktik ilegal ini,mengamankan para pelaku dan bukan hanya para pekerja saja serta menyelamatkan keuangan negara dari kerugian yang terus membengkak.
(Team)



