• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    IPL Bandar Sabu Simonis Beroperasi Terang - terangan! Kanit Dan Kapolsek Di anggap Gagal Total

    Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T04:40:17Z
    masukkan script iklan disini

    LABUHANBATU UTARA – Opsjurnal.Asia _
    Razia bergemuruh, operasi “Antik Toba 2026” dikumandangkan, skandal kejahatan terkuak satu per satu tapi semuanya cuma omong kosong belaka. Di tengah hiruk-pikuk pemberantasan yang cuma gaya-gayaan itu, kekuasaan gelap tetap kokoh berdiri tegak. IPL, sang bandar sabu kelas kakap, justru makin berani menantang hukum, makin sombong melenggang bebas, menjadikan Jalan Simonis Nomor 13, Kampung Pulo Jantan, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai wilayah kekuasaannya sendiri sebuah penghinaan terbuka, telanjang bulat, terhadap seluruh lembaga penegak hukum yang seharusnya melindungi rakyat.
     
    Selama bertahun-tahun, IPL bukan lagi sekadar pengedar narkoba. Ia menjelma menjadi penguasa tirani yang menginjak-injak keadilan, mengatur hidup mati warga di wilayahnya, dan berani bertransaksi barang haram tepat di pinggir jalan, di depan mata penduduk, bahkan tak segan melintas santai melewati pos aparat. Baginya, hukum hanyalah tulisan mati, dan ketakutan hanyalah milik rakyat biasa karena ia tahu persis ada “tangan besi” dan oknum di balik seragam yang siap melindunginya dari jeratan apa pun.
     
    kenyataan pahit yang tak bisa ditutupi lagi. Wilayah sekitar Jalan Simonis, Pulo Jantan, hingga menyambung ke Kampung Pajak kini telah 100% dikuasai sindikat pimpinan IPL. Tempat yang dulu damai, kini berubah menjadi pusat transaksi sabu terbuka, pabrik kehancuran masa depan, dan sarang kekerasan yang merajalela. Di pinggir jalan berlubang penuh lumpur itu, bukan cuma genangan air yang mengotori tanah tetapi juga darah ketakutan warga, jejak kejahatan, dan sisa racun yang merusak generasi muda satu per satu.
     
    Tak ada yang berani melapor, tak ada yang berani melawan karena semua tahu siapa yang menentang, nyawalah taruhannya. Rakyat hidup dalam penjara ketakutan di kampung sendiri, tak bisa tidur nyenyak, tak bisa berjalan aman, sedangkan sang raja racun berjalan santai di pasar, mampir ke warung, menyapa tetangga seolah tak ada dosa yang melekat di sekujur tubuhnya.
     
    “IPL itu otak utamanya bang! Dia sendiri yang layani pembeli, buka transaksi terang-terangan di pinggir jalan, di kebun, bahkan tak jauh dari rumah warga. Dia sengaja melakukannya biar semua tahu dia tak tersentuh hukum, dia sengaja menantang aparat karena merasa aman dilindungi,” geram NS (35), warga yang akhirnya memberanikan diri bicara setelah kesabarannya habis lebur.
     
    “Dia beraktivitas layaknya warga biasa, tak ada rasa takut sedikit pun. Ini bukan pertanda dia bersih ini bukti nyata bahwa dia percaya seragam dan jabatan sudah dibelinya habis-habisan,” tambahnya dengan nada gemetar campur marah.
     
    Inilah rahasia kotor yang kini terkuak ke permukaan, Selama ini apa yang disebut pemberantasan narkoba di Na IX-X hanyalah pertunjukan murahan, sandiwara berbiaya murah, sekadar bedak atau lipstik semata.
     
    Setiap kali operasi digelar, apa hasilnya? Hanya menangkap pengguna tak berdaya, kuli angkut yang tak punya uang, pengedar kelas kerikil yang tak punya koneksi. Sedangkan raja-raja sebenarnya IPL, semuanya dibiarkan selamat, diamkan, bahkan dijaga agar tak tersentuh sedikit pun. Ini bukan ketidakmampuan, bukan ketidaktahuan ini kesepakatan kotor yang sudah direncanakan rapi.
     
    Mata publik kini menatap tajam tepat pada sosok yang paling bertanggung jawab: Iptu Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H., M.M., selaku Kanit Reskrim Polsek Na IX-X. Diduga Dia tahu betul siapa IPL, dia tahu alamat rumahnya persis di Jalan Simonis, dia tahu jam berapa dia keluar rumah, dia tahu siapa saja tamunya, dia tahu setiap transaksi yang berlangsung di bawah hidungnya sendiri.
     
    Namun saat dimintai keterangan oleh awak media Dia memilih bungkam seribu bahasa. Tak menjawab tuduhan, tak menjelaskan langkah, tak membela diri. Bukti melimpah, lokasi terpetak sampai titik koordinatnya, tapi dia juga memilih diam tak berkutik, seolah buta tuli, tak peduli desanya hancur, tak peduli rakyatnya menjerit kesakitan.
     
    Warga pun berteriak lantang: “Kalau aparat setempat tak berani menangkap, itu artinya mereka bukan lagi penegak hukum mereka sudah jadi mitra bisnis para bandar sabu!”
     
    Akibatnya tak terelakkan Keamanan hancur lebur. Sawit milik warga dicuri setiap malam, pencurian merajalela tanpa tersentuh, anak muda hancur akal sehatnya karena terjerat sabu, rasa aman lenyap tak bersisa. Semua kekacauan ini berakar dari satu hal IPL dibiarkan berkuasa, karena yang berwenang diduga lebih takut kehilangan amplop tebal daripada kehilangan kehormatan jabatannya.
     
    Kepercayaan sudah mati total. Rakyat Na IX-X tak percaya lagi pada Polsek, tak percaya lagi pada Polres Labuhanbatu mereka melihatnya sebagai lembaga yang sudah dijual kepada para penjahat. 

    Jatuhkan Hukuman Paling Berat! Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 114 Ayat (2), IPL dan pelindungnya berhak mendapatkan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Jangan ada lagi pengampunan, jangan ada lagi perjanjian damai di belakang layar.
     
    Na IX-X takkan diam selamanya. Rakyat sudah bangun, matanya terbuka lebar, ingatannya tajam, dan dendamnya membara. Tangkap sekarang, atau sejarah akan mencatat kalian bukan sebagai pelindung, melainkan pengkhianat terbesar bagi tanah kelahiran sendiri.
     
    Perkembangan kasus ini akan terus kami soroti tanpa takut tekanan, sampai keadilan benar-benar ditegakkan dan rakyat Na IX-X kembali merasakan kedamaian.

    Adapun Saat dikonfirmasi awak media lewat pesan wa kanit reskrim ipda iskandar muda sipayung mengatakan "Terimakasih pak, akan kami cek, 
    di mana Kampung Pulo Jantan pak, apakah bpk berkenan untuk ikut turun atw menunjukan lokasinya. 
    Terimakasih bpk klu berkenan." Ujarnya

    Penulis : SAD
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini