• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    HMD Bangkit Dari Vakum, Kibarkan Jaringan Narkoba Dilabura tepatnya di NA IX-X

    Rabu, 10 Juni 2026, Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T12:08:54Z
    masukkan script iklan disini

    LABUHANBATU UTARA – OpsJurnal.asia – Seolah tak pernah padam, ancaman narkoba kembali menyala terang di Gang Suluk, Dusun 1E, Desa Kampung Pajak, Kecamatan Na IX-X. Sosok yang sudah lama dikenal sebagai gembong ulung, Hmd, diduga secara terbuka melakukan “comeback” bangkit dari masa vakumnya, kembali memegang kendali, dan mengibarkan panji jaringan haramnya dengan strategi yang makin rapi, terselubung, dan sulit dilacak.
     
    Namun di tengah kekhawatiran warga yang memuncak, muncul jawaban yang justru makin menimbulkan tanda tanya besar aparat menyatakan “tidak menemukan bukti”, padahal keberadaan Hmd dan aktivitasnya menjadi pengetahuan umum di seluruh penjuru wilayah itu. Ini bukan sekadar laporan yang tidak jelas, melainkan pertanyaan tajam, apakah memang tidak ada, atau memang sengaja tidak mau dilihat?
     
    Menurut keterangan Hs (45), warga setempat yang berani bicara, Hmd sempat menghilang dari peredaran selama beberapa waktu. Namun belakangan ini namanya kembali mencuat, bahkan diduga menjadi otak utama di balik maraknya transaksi narkoba di Gang Suluk.
     
    “Dulu dia sempat tidak terlihat, tapi sekarang dia kembali berkuasa. Bukan lagi bertransaksi terang-terangan, tapi mengatur dari belakang layar. Jaringannya disusun makin rapi, komunikasi lewat saluran tertutup, pakai perantara orang kepercayaan jelas supaya sulit dideteksi. Tapi bagi kami warga, semuanya terlihat jelas,” tegas Hs, Rabu (10/6/2026).
     
    Awak media sendiri telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan mengonfirmasi ke sejumlah warga. Informasi yang didapat bukan kabar angin aktivitas mencurigakan kerap terjadi, terutama malam hari, dengan titik pertemuan yang berpindah-pindah. Semua mengarah pada satu nama Hmd, sosok yang sudah lama dikenal memiliki rekam jejak sebagai bandar yang seolah “kebal hukum”.
     
    Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Na IX-X, Iptu Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H., M.M. memberikan tanggapan yang justru memicu kecurigaan baru. Melalui pesan WhatsApp, ia menyatakan:
    “Tim kami sudah turun ke lapangan, tapi tidak menemukan hal seperti yang diinformasikan. Mohon informasinya lebih jelas agar kami bisa bertindak. Kami berkomitmen penuh memberantas narkoba.”
    Jawaban ini justru memancing reaksi pedas warga. Bagi mereka, apa yang disebut “tidak ditemukan” bukan berarti tidak ada bisa jadi karena pencariannya tidak sungguh-sungguh, atau karena Hmd sudah tahu kapan aparat datang.
     
    “Semua orang di sini tahu siapa Hmd, di mana dia tinggal, kapan dia bergerak. Kalau aparat datang cuma siang hari, cuma lewat sebentar, lalu bilang tidak ada tentu saja tidak ketemu! Apakah kami warga ini berbohong? Atau memang ada yang sengaja memberi tahu dia kapan akan ada razia?” seru seorang warga yang enggan disebutkan namanya karena takut ancaman.
     
    “Sudah bertahun-tahun dia beroperasi, sempat vakum, sekarang kembali. Kalau benar tidak ada apa-apa, kenapa kami semua takut? Kenapa pemuda-pemuda kami kembali berubah perilakunya? Jangan-jangan yang buta bukan mata kami, tapi hati nurani yang seharusnya menjaga keamanan ini,” tambahnya dengan nada geram.
     
    Pengamat sosial di Labuhanbatu menilai, jika dugaan ini benar, maka ini adalah peringatan keras. Hmd bukan orang sembarangan ia memiliki pengalaman, jaringan luas, dan tahu cara menghindari penindakan. Jika dibiarkan tumbuh kembali, ia bisa menjadi ancaman yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
     
    “Kembalinya gembong lama adalah tanda bahaya. Dia tahu kelemahan sistem, dia tahu cara memanfaatkan situasi. Kalau aparat hanya menjawab ‘tidak ditemukan’ tanpa upaya penyelidikan mendalam, itu sama saja memberi izin padanya untuk berkuasa lagi. Jangan sampai kita menyesal nanti ketika jaringannya sudah besar dan sulit dipecahkan,” tegasnya.
     
    Kanit Reskrim memang sempat menyampaikan janji: “Terima kasih informasinya, segera akan kami tindak lanjuti.” Namun bagi warga, janji seperti ini sudah terlalu sering mereka dengar.
     
    “Sudah berkali-kali kami dengar janji ‘akan ditindaklanjuti’, tapi hasilnya selalu sama: yang ditangkap cuma kuli kurir, sedangkan bosnya tetap aman. Kami tidak butuh kata-kata manis, kami butuh aksi nyata! Jangan tunggu sampai ada anak kami yang hancur, baru bergerak perlahan,” tegas warga.
     
    Mereka mendesak agar Polsek Na IX-X dan Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Utara tidak hanya berpatokan pada kunjungan sepintas, tapi melakukan penyelidikan yang terstruktur, memantau pergerakan Hmd dalam waktu lama, dan menangkapnya beserta jaringannya sebelum ia kembali menguasai wilayah ini sepenuhnya.
     
    Kalau gembong yang namanya terkenal sampai ke telinga semua warga bisa dikatakan “tidak ditemukan”, maka ada dua kemungkinan: pencariannya tidak sungguh-sungguh, atau ada yang sengaja membiarkan. Hukum tidak boleh bekerja hanya saat nyaman, tapi harus berani menegakkan keadilan meski sasaran sudah dikenal semua orang. Jangan biarkan Gang Suluk kembali menjadi kerajaan Hmd yang bebas dari hukum

    Penulis : SAD
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini