• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Apa Kabar Gayatri? Antara Harapan dan Margin yang Menipis

    Sabtu, 20 Juni 2026, Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T03:34:15Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | Opini
    Program Gayatri hadir dengan tujuan membantu meningkatkan ekonomi keluarga penerima manfaat melalui usaha ayam petelur.

    Di awal pelaksanaannya, program ini membawa harapan baru bagi warga untuk memperoleh tambahan pendapatan secara mandiri.

    Namun seiring berjalannya waktu, sebagian penerima manfaat mulai mengeluhkan keuntungan yang semakin menipis.

    Dikutip dari pemberitaan media di Bojonegoro, ada KPM yang mengaku hanya memperoleh Rp300 ribu per bulan.

    Jumlah tersebut masih harus dipotong untuk kebutuhan obat, vitamin, dan biaya pemeliharaan. Kemungkinan hal yang sama terjadi pada KPM di wilayah lainnya.

    Kondisi itu membuat sebagian penerima manfaat tetap mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Penyebab utamanya adalah kenaikan harga pakan yang terus menambah beban biaya produksi peternak.

    Di saat yang sama, harga telur tidak selalu stabil sehingga ruang keuntungan semakin menyempit.

    Situasi ini memunculkan pertanyaan, apakah usaha yang dijalankan sudah cukup kuat menopang ekonomi keluarga?

    Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menawarkan pakan alternatif berbahan lokal.

    Gagasan itu patut diapresiasi sebagai upaya mencari jalan keluar di tengah tingginya harga pakan pabrikan.

    Namun muncul pertanyaan yang juga layak dijawab. Apakah pakan lokal mampu menggantikan kualitas pakan pabrikan?

    Sebab dalam usaha ayam petelur, persoalannya bukan sekadar menekan biaya produksi agar menjadi lebih murah.

    Yang lebih penting adalah menjaga produktivitas, kualitas telur, dan keuntungan yang diterima peternak.

    Apakah produksi telur tetap stabil, ukurannya sesuai kebutuhan pasar, dan kualitasnya tetap terjaga?

    Jika biaya pakan berhasil ditekan tetapi produksi menurun, maka manfaatnya perlu dihitung kembali secara menyeluruh.

    Karena itu, efektivitas pakan lokal perlu dibuktikan melalui hasil nyata yang dirasakan langsung oleh peternak.

    Di sisi lain, pemerintah juga berupaya membantu menjaga penyerapan hasil produksi telur di lapangan.

    Langkah tersebut menunjukkan adanya perhatian agar usaha peternak tetap memiliki pasar yang terjaga.

    Namun kondisi itu juga memunculkan pertanyaan mengenai seberapa kuat daya saing usaha yang dibangun.

    Sebab usaha yang benar-benar kuat idealnya mampu bertahan dengan pasar yang sehat dan berkelanjutan.

    Karena itu evaluasi Gayatri tidak cukup hanya melihat jumlah ayam atau banyaknya kandang yang berdiri.

    Keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan program meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat.

    Jika margin keuntungan terus menipis, maka berbagai masukan dan evaluasi layak menjadi perhatian bersama.

    Sebab tujuan akhir program bukan sekadar memelihara ayam, melainkan menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata.

    Pada akhirnya, publik berhak bertanya, apakah Gayatri sudah menjadi solusi ekonomi yang berkelanjutan?

    Ataukah program ini masih membutuhkan pembenahan agar tujuan awalnya benar-benar dapat tercapai? [Agus]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini