Bangka Barat,OpsJurnal.Asia -
Satpolairud Polres Bangka Barat (Babar) kembali mengamankan 4 unit Ponton Isap Produksi (PIP) dari Perairan Tembelok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat pada Selasa (03/02/2025) kemarin.
4 unit PIP itu diamankan, lantaran tidak mengindahkan imbauan yang diberikan oleh pihak kepolisian, meskipun himbauan, bahkan beberapa ponton juga sudah diamankan sebelumnya, namun ke 4 ponton tersebut masih saja membandel, dan pihak Kepolisian kembali tindakan tegas.
Menurut informasi dari salah seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut, dari 4 ponton yang berhasil diamankan pihak Kepolisian, 2 diantaranya diduga milik salah seorang oknum aparat dari salah satu instansi di Kabupaten Bangka Barat, sedangkan satu lagi milik warga sipil berinisial P, warga Dusun Penganak, Kecamatan Parit Tiga, dan 1 lagi belum diketahui pemiliknya.
"Yang diamankan 4 Ponton, 1 punya orang Penganak Inisial P, sedang 2 lagi diduga milik Anggota, kalau tidak salah namanya JRG atau RJ,dan 1 lagi belum diketahui siapa pemiliknya. Dan dari 4 ponton tersebut kabarnya ada sekitar 17 penambang yang diamankan," terangnya (4/02/2026)
Dirinya menambahkan jika JRG atau biasa disapa RJ bukanlah pemain baru di dunia penambangan timah ilegal di wilayah laut Tembelok. disaat para pemilik ponton tidak ada yang berani bekerja disana, RJ tanpa sedikitpun rasa takut, tetap bekerja di laut Tembelok disaat hari menjelang malam.
"RJ pemain lama di Tembelok. dia punya sekitar 9-10 ponton yang bekerja di Tembelok, cuma kurang tahu apakah semua milik dia sendiri atau ada yang hanya ikut kordinasi saja sama dia. wajarlah ketangkep, yang lain setelah diberi himbauan mana ada yang berani kerja, cuma dia yang berani. mungkin karena dia merasa aparat kali ya," ungkapnya.
Namun hal yang aneh terjadi, ketika pihak Satpolair Polres Babar hendak menarik ke 4 ponton tersebut dari Tembelok menuju dermaga Satpolair pada pukul 12.00 Wib, petugas hanya mendapati hanya 2 ponton yang tersisa, sedangkan 2 ponton lagi telah menghilang.
"Semalam diamankan 4 ponton, tadi waktu polisi mau narik 2 ponton lagi sudah menghilang. diduga yang menghilang tersebut ponton milik RJ dan PP. Waduh berani sekali mereka berdua itu, kalau infonya ditarik ke wilayah Kebun Serai," ungkap salah seorang warga yang menyaksikan upaya penarikan ponton oleh pihak Satpolair.
RJ sendiri ketika dihubungi perihal informasi tersebut tidak membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan.
Sementara pihak Satpolair Polres Bangka Barat, melalui Kasatpolair, AKP Yudi Lasmono masih dalam upaya Konfirmasi.
Diketahui sebelumnya pada Selasa tanggal 26 Januari lalu, pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 2 PIP serta 7 orang penambang dari perairan tersebut.
Sebelumnya pada Juni tahun 2025 lalu, merespons pernyataan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Papua Yan Permenas Mandenas, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi.
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi meminta masyarakat melapor ke Polisi Militer (Pom) setempat apabila ada prajurit yang terlibat tambang ilegal.
"Jika memang ada data dan bukti tentang keterlibatan prajurit yang terlibat dalam tambang ilegal, untuk melaporkan ke Polisi Militer di wilayah itu,” kata Kristomei kala itu (9/6/25)
(Yp)

