Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kalimat bersayap itu bukan sekedar jajaran huruf tanpa arti.. Tapi mengandung makna yang menyiratkan kita melihat ini sebagai satu upaya sinkronisasi dalam menghadapi kondisi yang disuguhkan oleh tubuh manusia.
Jiwa yang kuat dalam arti an satu otak menganalisis kondisi signal yg diterima tubuh sehingga diolah menjadi kemampuan berfikir reflek menangani kondisi ini.
Luka pada penderita diabetes memang **lebih sulit sembuh** karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Ini penjelasannya dengan bahasa sederhana 👇
**1. Gula darah tinggi**
Kadar gula yang tinggi membuat sel-sel tubuh tidak bekerja optimal. Akibatnya, proses pembentukan jaringan baru jadi lambat.
**2. Aliran darah kurang lancar**
Diabetes bisa merusak pembuluh darah, sehingga **oksigen dan nutrisi** yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka tidak sampai dengan baik ke area luka.
**3. Saraf rusak (neuropati)**
Banyak penderita diabetes **tidak merasakan luka** (terutama di kaki). Luka kecil sering tidak disadari, terlambat dirawat, lalu makin parah.
**4. Daya tahan tubuh menurun**
Sistem imun pada penderita diabetes melemah, sehingga tubuh **lebih sulit melawan infeksi**. Luka jadi mudah bernanah dan lama kering.
**5. Mudah terinfeksi bakteri**
Gula darah tinggi adalah “makanan” bagi kuman. Itulah sebabnya luka diabetes sering berbau, basah, dan sulit menutup.
**6. Peradangan berkepanjangan**
Pada diabetes, proses peradangan tidak berhenti tepat waktu, sehingga luka **tidak masuk fase penyembuhan dengan baik**.
*Yang bisa dilakukan agar luka lebih cepat sembuh:
* Jaga gula darah tetap terkontrol
* Rutin cek dan rawat luka, terutama di kaki
* Bersihkan luka dengan benar dan teratur
* Gunakan alas kaki yang nyaman
* Segera ke tenaga medis jika luka tak membaik
(NA)

